Makan Martabak di Pecenongan Bareng Suami dan Anak

Ceritanya kami sekeluarga, saya serta suami yang membawa 2 anak masih kecil Kesya dan Azka mau jalan-jalan sekalian mencari makan malam di luar. Karena dari tadi siang Azka sangat rewel dan tidak mau makan nasi, akhirnya kami memutuskan untuk mencari makan di daerah Pecenongan yang banyak wisata kulinernya, itung-itung di sana banyak makanan jadi nanti tinggal memilih makanan apa yang adik inginkan.

Singkat cerita jam 6 sore itu kami sekeluarga naik mobil pergi ke Pecenongan dan memutuskan untuk makan Martabakku Menteng yang memang sudah terkenal sekali di Jakarta dan katanya asli dari Bandung. Sekalian juga hitung-hitung mencoba cabang martabak baru itu di daerah Pecenongan.

Tentang Wisata Kuliner di Pecenongan

Di daerah Pecenongan sendiri memang terkenal dengan surga kulinernya dan selain restoran, ada banyak warung dan tenda serta jajanan pinggir jalan yang dibuka mulai dari jam 5 sore sampai malam hari. Meski di pinggir jalan, tapi harganya “lumayan” mahal apalagi kalau kita memilih makan di restoran. Makin malam, daerah ini semakin ramai oleh para wisatawan dan orang lokal macam saya dan keluarga.

Jadi saat kami memutuskan makan dan masuk ke Martabakku Menteng, tempatnya juga nyaman terang benderang dan cozy. Anak-anak juga sepertinya sangat senang saya ajak ke sana karena mereka doyan makanan manis meski tentu saya batasi dan tidak boleh setiap hari. Bahkan Kesya, anak saya yang paling besar selalu saya bawakan bekal tiap kali dia pergi ke sekolah karena tidak ingin melihat dia jajan sembarangan.

Suami dan anak-anak langsung saya minta cari tempat duduk duluan di lantai 2, sedangkan saya yang memilih dan beli martabak di lantai 1. Ada banyak sekali menu martabak yang ditawarkan di tempat ini, nama menunya juga disingkat-singkat seperti martis (martabak manis tipis kering), martel (martabak telor), marteb (martabak manis tebal basah), terus juga ada menu bestseller baru yaitu martabak pandan velvet jadi langsung saja pesan ini untuk saya dan suami sedangkan anak-anak mintanya dibelikan marteb. Sementara 2 porsi martabak dulu dan kalau kurang nanti tinggal pesan yang lainnya.

Setelah membayar kira-kira 200 ribuan untuk 4 orang dan menunggu pesanan jadi, akhirnya martabak yang ditunggu-tunggu datang juga. Kami sengaja pilih yang menu large daripada yang regular, karena perut sekeluarga sudah keroncongan dari tadi. Untuk harganya sendiri memang sudah sepadan dengan rasanya dan porsinya juga lumayan besar, pokoknya puas kalau Anda mau sekali-kali menghabiskan waktu untuk wisata kuliner martabak dari Bandung di tempat ini. Yang terpenting anak-anak juga suka, meski menu yang mereka pesan adalah menu biasa.

Setelah puas makan, suami bilang ingin beli lagi untuk dibawa pulang, jadinya saya pesan 2 menu baru yaitu martabak KitKat Greentea plus Cheese dan martabak Espresso untuk pecinta kopi. Sebetulnya masih banyak sekali menu-menu yang kepingin saya coba, seperti menu martabak tape twist dan menu martabak naughty nastar. Tapi karena takut nanti tidak bisa habis, akhirnya saya urung niat dan besok bisa beli kapan-kapan.

Lalu kami juga bawakan martabak telor yaitu martabak rendang buat mbak-mbaknya yang nungguin di rumah, sekalian hitung-hitung beramal. Kalau martabak rendang sendiri sudah jelas pasti doyan dan harganya juga worth it dengan rasanya. Setelah semua pesanan datang, akhirnya kami masih mutar-mutar sebentar sebelum akhirnya sampai di rumah. Kesya dan Azka di tengah jalan sudah mengantuk karena capek seharian tadi diajak pergi dan akhirnya saya dan suami memutuskan untuk menidurkan mereka terlebih dulu.

Ohya, sekalian saya list daftar menu-menu enak yang pernah saya coba juga ada di Martabakku Menteng:

Martabak telor:

  • Martabak Cheese Pepperoni: Pakai topping keju dan pepperoni, kulitnya enak dan garing dan ditambah side dish seperti saus sambal. Sudah seperti pizza pokoknya.
  • Martabak gulai dan martabak rendang: di atasnya ditabur topping bumbu rendang dan gulai. Mantap rasanya.

Martabak manis:

  • Martabak nastar: Rasanya sedikit aneh karena martabak dikombinasikan dengan rasa nastar atau nanas.
  • Martabak KitKat Green Tea dan Cheese: Rasanya manis dan rasa teh hijaunya amat kuat.
  • Martabak Cinnamon Crumble: Rasanya lumayan enak dan manis juga.

Yang jadi favorit kami adalah martabak pandan dan martabak tape karena pas di lidah dan unik rasanya. Yang pandan juga cocok rasanya di lidah anak-anak. Overall, kami puas pernah makan di sana meski harganya juga selangit.