Pengalaman Diet Pisang Dalam Waktu 2 Bulan Bobot Langsung Turun

Pengalaman diet pisang saya lakukan dalam waktu 2 bulan karena saya penasaran banyak orang yang mengatakan bahwa diet ini sukses menurunkan berat badan.

Sebelumnya saya berbagi pengalaman tentang meminum jus herbal Fiforlif. Tentunya produk ini sampai sekarang masih terus saya konsumsi untuk menjaga berat badan ideal.

Dan kali ini saya mau coba turunkan berat badan lagi, karena tiba-tiba berat badan saya naik. Mungkin karena beberapa minggu ini saya stress di pekerjaan rumah tangga sehingga saya jadi kebanyakan ngemil dan makan karbohidrat berlebih. Jadilah bobot naik tidak tanggung-tanggung menjadi 6 kilogram hanya dalam waktu beberapa minggu.

Untungnya perut saya yang buncit memang sudah tidak ada lagi berkat minum jus Fiforlife, namun bagian paha serta lengan jadi agak “membesar” setelah berat badan naik.

Ini dia cerita sukses diet pisang yang saya jalankan, semoga membantu Anda yang ingin coba juga.

Pengalaman Diet Pisang dan Menu yang Saya Jalankan

Saya coba cari di internet beberapa informasi mengenai diet yang efektif turunkan berat badan. Rupanya ada banyak sekali diet yang dikatakan bisa menurunkan berat badan secara cepat seperti diet mayo, diet golongan darah, dan sebagainya.

Jujur saja, karena kesibukan saya sebagai ibu rumah tangga yang harus ngurus suami dan akan, diet-diet seperti itu merepotkan karena harus menyiapkan makanan ini dan itu. Dan pilihan saya akhirnya jatuh ke diet pisang.

Kenapa diet pisang? Yang pertama karena pisang mudah sekali ditemukan dan memang karena pisang juga rasanya enak. Selain itu, menjalankan diet pisang sangat gampang. Anda tinggal mengganti beberapa menu dengan konsumsi pisang.

Bagi ibu rumah tangga seperti saya, tinggal beli pisang di supermarket terdekat dan stok untuk beberapa hari. Saya sendiri menargetkan berat badan harus turun dalam waktu 2 bulan. Kalau berat badan turun terlalu cepat dan instan, kayaknya hal itu nggak akan permanen ya. Ujung-ujungnya nanti pasti jadi cepat naik lagi kalau makan nggak dijaga.

Saya pun cari-cari di internet mengenai cara menjalankan diet pisang dan menunya. Akhirnya ketemu juga menu diet pisang yang saya rasa pas dan tidak terlalu berat kalau dijalankan. Saya coba list di sini, pengalaman menu diet buah pisang yang sudah saya jalankan selama kurang lebih 2 bulan:

  • Waktu sarapan, biasanya saya makan nasi lalu setelah diet, saya ganti sarapannya menjadi makan 2 buah pisang (yang ukuran sedang) ditambah air hangat
  • Saat makan siang, menunya sama sekali tidak saya ganti. Inilah mengapa diet pisang tidak terlalu berat dilakukan karena Anda masih bisa makan berat waktu siang hari untuk menambah tenaga.
  • Begitu pula waktu makan malam, masih bisa makan dengan menu seperti biasanya. Tapi ingat jam makan malam TIDAK BOLEH DI ATAS jam 7 atau 8 malam!

Meski menu makan siang dan malam saya tetap biasa makan seadanya. Namun saya tetap memilih menu-menu yang berserat dan bergizi untuk dimakan. Selain itu, saya juga memilih makanan yang rendah kalori dan lemak. Lalu tidak lupa saya konsumsi Fiforlif satu sachet per hari untuk membantu menambah nutrisi.

Alhasil? Bobot saya sukses turun 7 kilogram dalam waktu 2 bulan, malah lebih dari target berat badan yang saya ingin turunkan. Setelah saya berhasil menurunkan berat badan ini, sekarang saya bisa makan normal seperti biasanya dan untuk menjaga bobot agar tidak naik lagi, saya coba olahraga Pilates ditambah minum Fiforlif.

Demikian pengalaman diet pisang yang saya coba dalam waktu 2 bulan saja. Kalau Anda juga tertarik mencoba diet ini, jangan ragu bagikan dan ceritakan pengalaman Anda di sini. Saya pun juga dorong suami untuk melakukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *