Berkunjung Ke Lokasi Penambangan yang Jadi Taman Wisata Yogyakarta

Jadi ceritanya saya yang dari Jakarta ini ingin menengok saudara yang sedang memiliki bayi dan kebetulan tinggal di Yogyakarta. Lagipula sebelumnya saya dan suami sudah berencana untuk liburan ke luar kota di akhir tahun ini, tapi memilih destinasi wisata yang tidak terlalu jauh agar tidak repot ke sananya dan rupanya beberapa hari lalu malah mendapatkan kabar kalau ada saudara di kota gudheg itu habis melahirkan. Jadi sepakat kami sekeluarga akan menghabiskan waktu liburan di sana, hitung-hitung pergi melepas penat sama sekalian menyenangkan dua anak kami yang masih kecil-kecil Kesya (6 tahun) dan Azka (4 tahun).

Jadi hari Kamis kami siap pergi dengan mobil sekeluarga dari Jakarta ke Yogyakarta, karena lagi masa liburan tentu tidak mengejutkan perjalanannya lumayan lama sebab macet dari banyak orang-orang Jakarta yang selain kami pergi ke luar kota. Untungnya, awal saya pikir anak-anak bakal rewel sepanjang perjalanan, tapi ternyata mereka tenang-tenang saja dan hanya menangis sebentar kalau tidak dibelikan mainan selama perjalanan.

Nah, sebelum kita pergi ke Yogyakarta, saya bilang sama suami kalau ingin pergi ke Taman Tebing Breksi yang lagi ngetop-ngetopnya di sana sekalian memuaskan rasa penasaran tempatnya seperti apa. Sesampainya di Yogyakarta, kami pun langsung menginap di tempat saudara dan beberapa hari wisata kulineran ditemani mereka. Akhirnya Minggu pagi saya sekeluarga pergi ke Tebing Breksi yang ada di daerah Kabupaten Sleman, Prambanan, ke sana kurang lebih setengah sampai satu jaman, untung jaraknya tidak terlalu jauh dan masih bisa ditempuh dengan mobil meski jalannya agak menanjak dan berliku-liku.

Keindahan Tebing Breksi yang Tiada Duanya

Sesampainya di sana, kami kaget karena tidak ada tiket masuk, cuma dipungut biaya parkir seikhlasnya dan saya beri 20 ribu karena hitung-hitung beramal. Sampai di tempat parkiran mobil yang lumayan luas, anak-anak langsung rewel karena ingin segera turun dan menikmati panorama Tebing Breksi.

Sekilas tentang tempat ini, tebing Breksi itu rupanya dahulu dipakai sebagai lokasi penambangan oleh warga sekitar namun akhirnya ada pelarangan untuk menambang di tempat itu oleh pihak berwenang jadinya sekarang dipakai sebagai spot wisata alam baru di Yogyakarta. Lokasinya sendiri dekat dengan candi Ijo, jadi kita-kita bisa berkunjung ke Candi Ijo lalu langsung ke tebing Breksi dan sebaliknya.

Pemandangannya sungguh indah karena tempatnya yang luas meski banyak hamparan batu-batu besar di sana dan malah justru itu yang jadi poin menariknya. Selain itu, orang-orang yang berjualan tidak boleh menyebar di sana tetapi ditempatkan di pinggiran di satu sisi sehingga lebih rapi tertata. Semenjak jadi daerah wisata baru di Yogyakarta, tebing ini lebih digarap serius oleh pengelola setempat karena sekarang di bebatuannya terdapat ukir-ukiran wayang besar yang amat bagus dan cocok dijadikan tempat selfie. Saya dan suami langsung saja berfoto bersama anak-anak.

Ada tangga-tangga tinggi yang dinaiki untuk sampai ke puncaknya. Di tengah-tengah tangga ini ada warga sekitar yang menawarkan untuk berfoto bersama dengan burung hantu dan lagi-lagi bayar seikhlasnya. Sebetulnya saya sedikit takut berfoto dengan burung hantu besar-besar tersebut, tetapi karena anak-anak kepingin banget jadinya saya sekalian ikut berfoto. Mas-masnya yang nawarin burung hantu juga ramah-ramah jadi it’s okay lah…

Pas sampai di puncaknya kami sungguh dikejutkan dengan pemandangan luar biasa seluruh kota Yogyakarta. Seperti berada di atas awan karena ada sedikit kabut-kabut yang terlihat. Tempatnya sungguh segar dengan pemandangan taman berumput yang luas dan juga ada beberapa batu-batu yang bisa dijadikan tempat duduk serta kursi dari bambu. Di sana yang asyik ada beberapa saung seperti yang kita sering lihat di tengah sawah, bisa dipakai untuk tempat duduk-duduk sambil menikmati pemandangan alam kota Yogyakarta dari ketinggian. Kita bisa melihat candi Prambanan dari kejauhan, juga candi Ijo.

Banyak muda-mudi dan pasangan maupun keluarga yang datang ke tempat ini, memang tidak perlu wahana apapun untuk menarik para wisatawan berkunjung ke sana. Di tempat itu juga terdapat tulisan-tulisan lucu dan unik yang dapat dibaca. Banyak pasangan yang berfoto selfie dan tentunya saya serta suami juga memanfaatkannya sambil terus mengawasi Kesya dan Azka yang lari kesana kemari.

Pokoknya tempat ini murah meriah dan cocok dipakai sebagai tempat untuk selfie atau foto-foto. Bahkan saat pertama kali melihat dari jauh saya langsung nyeletuk ke suami yang lagi nyetir, “Pah, tempatnya bagus buat dijadikan foto prewedding, ya?” dan suami malah menggoda tanya apa saya mau menikah lagi, hehehe…

Setelah sejaman lebih di sana dan puas berselfie maupun jajan panganan sedikit, akhirnya kami sekeluarga pulang karena anak-anak juga sudah pada capek dan ingin istirahat. Demikian pengalaman saya berwisata sekeluarga ke tebing Breksi yang luar biasa indah.

Save

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *