Pengalaman Saya Meminum Fiforlif, Minuman Herbal Untuk Perut Buncit

Kurang lebih sudah 3 bulan ini saya berusaha untuk menurunkan berat badan karena memang berat tubuh saya “agak” berlebih jadi membuat badan saya mudah lelah apalagi kalau sudah beraktivitas ke sana sini. Perut saya juga buncit dan kadang terasa kembung padahal saya sudah membatasi untuk tidak makan banyak, lagipula akibat perut yang merasa penuh itu saya jadi sering kehilangan nafsu makan.

Selain mencoba berbagai macam produk, saya juga berusaha sebisa mungkin meluangkan waktu untuk olahraga minimal 3 sampai dengan 4 kali dalam seminggu. Tapi ujung-ujungnya berat badan tidak turun juga dan malahan produk yang saya coba dan ngakunya bisa membantu berat badan turun sampai sekarang tidak nampak hasilnya, padahal saya sudah rutin konsumsi seperti yang dianjurkan.

Waktu itu akhirnya karena sudah malas mencoba produk-produk penurun berat badan, saya iseng-iseng konsultasi ke ahli kesehatan dengan harapan siapa tahu mendapatkan solusi. Dan saya kaget kalau ternyata setelah diperiksa berat badan saya kelihatan tidak turun-turun juga karena perut saya buncit terisi oleh kerak kotoran di dalam usus. Selidik punya selidik saya akhirnya juga cari-cari tahu kenapa kok bisa terdapat kerak kotoran di dalam usus, setelah saya tanya-tanya rupanya ini penjelasannya:

Jadi akibat makanan-makanan yang saya sering konsumsi, dari situ banyak zat-zat, tumpukan lemak, serta sisa-sisa makanan yang masih nyangkut di dalam usus besar dan rupanya tidak semua zat-zat tersebut bisa dikeluarkan lewat BAB. Biasanya memang saya kalau BAB selalu merasa tidak bisa tuntas, kayak masih ada yang ketinggalan tetapi susah untuk mau dikeluarkan. Tumpukan zat-zat bahkan toksin yang nyangkut tersebut lama kelamaan menjadi kerak yang makin lama makin menebal di dinding usus saya.

Nah, inilah penyebabnya kenapa perut saya kelihatan buncit meski saya sudah membatasi makan serta olahraga. Berat badan saya juga nggak turun-turun juga dikarenakan kerak yang masih nyangkut tersebut.

Waktu saya tanya, ternyata jelas bahwa kerak-kerak tersebut tidak bisa dikeluarkan hanya dari BAB biasa saja soalnya kan saya juga pasti setiap hari harus makan meski sedikit dan kerak-kerak tersebut bukannya keluar terdorong oleh zat dari makanan baru tapi malah mengendap dan menumpuk serta menebal di dinding usus. Saya sendiri coba membayangkan dalamnya pasti jika dilihat akan sangat ngeri sendiri.

Setelah saya tahu penyebab dari mengapa perut saya kelihatan buncit dan berat badan saya tidak turun juga, lalu saya coba cari-cari solusi untuk menghilangkan kerak-kerak tersebut. Pikiran paling awal pastinya langsung ke obat pencahar, rencananya kalau perut kena obat urus-urus pastinya langsung keluar semua kotoran-kotoran tersebut.

Saya coba satu sampai dua produk yang sering saya lihat di televisi maupun rak di apotek. Perut saya memang langsung terasa mules ketika mencoba dan langsung ke belakang buat BAB. Saya tunggu beberapa hari buat hasilnya apakah perut terus bisa langsing atau paling tidak mengecil.

Eh, ternyata setelah hampir 3 mingguan perut saya tidak ada perubahan sama sekali, malahan mules melulu meski tidak ada yang dikeluarkan. Akhirnya setelah saya merasa mau menyerah, ada saudara saya yang merekomendasikan minuman herbal. Produk minuman ini disebut Fiforlif dan katanya rasanya enak meski produk herbal (maklum rata-rata yang saya tahu produk herbal itu rasanya pahit dan tidak enak).

Jujur saja, awalnya saya ragu mau mencoba karena sudah tidak percaya dari pengalaman-pengalaman saya di atas tentang produk-produk pasaran. Tapi setelah saya coba cari-cari info sendiri, akhirnya saya memutuskan tidak ada salahnya untuk mencoba.

Saudara saya bilang suruh beli di agen resmi fiforlif yaitu Fiforlif.ID, karena agen tersebut resmi dari Jakarta dan bisa langsung delivery order jadi lebih gampang. Saya awalnya cuma beli beberapa paket bungkus, soalnya takut kalau ternyata sudah beli banyak tetapi tidak berefek. Setelah produknya datang, saya coba minum Fiforlif rutin satu hari satu kali karena masih coba-coba jadi tidak mau kebanyakan. Satu minggu saya amati, heran sekali karena perut saya kok tiba-tiba mulai kempes, buang BAB juga amat lancar dan tidak pakai terus-terusan sakit mules. Dari situ, saya tambah konsumsinya 2 kali di pagi dan sore hari sebelum makan.

3 minggu berturut-turut saya coba dan hasilnya memuaskan, berat badan saya turun dan perut saya sudah tidak kelihatan buncit lagi. Celana panjang yang dulu suka saya pakai dan terasa ketat sekarang lebih longgar. Perut kembung saya juga lebih plong dari biasanya.

Rupanya saya baca memang manfaat Fiforlif itu untuk membuang kerak-kerak seperti toksin dan zat yang menumpuk serta nyangkut di dalam usus. Bahkan ada manfaat lain yang baru saya tahu dari kandungan Goji Berry alaminya, coba saya list di sini ya biar gampang:

  • Membantu melindungi hati dan ginjal
  • Membantu menguatkan kaki
  • Menurunkan tekanan darah serta kolesterol
  • Sumber antioksidan
  • Menjaga tubuh tetap segar bugar, dsb.

Dari pengamatan saya, pantas saja setelah minum Firforlif beberapa minggu, berat badan saya langsung turun dari 65 kg menjadi 60 kg sekarang lalu tubuh jadi lebih segar dan tidak gampang capek, kalau mau olahraga juga lebih ringan rasanya. Sekarang saya kalau kepingin menurunkan lagi lalu cukup menjaga, rutin konsumsi Fiforlif satu sachet tapi setiap hari ya dan belinya langsung banyak dari agen Fiforlif Jakarta biar tidak usah bolak balik beli online.

Makan Martabak di Pecenongan Bareng Suami dan Anak

Ceritanya kami sekeluarga, saya serta suami yang membawa 2 anak masih kecil Kesya dan Azka mau jalan-jalan sekalian mencari makan malam di luar. Karena dari tadi siang Azka sangat rewel dan tidak mau makan nasi, akhirnya kami memutuskan untuk mencari makan di daerah Pecenongan yang banyak wisata kulinernya, itung-itung di sana banyak makanan jadi nanti tinggal memilih makanan apa yang adik inginkan.

Singkat cerita jam 6 sore itu kami sekeluarga naik mobil pergi ke Pecenongan dan memutuskan untuk makan Martabakku Menteng yang memang sudah terkenal sekali di Jakarta dan katanya asli dari Bandung. Sekalian juga hitung-hitung mencoba cabang martabak baru itu di daerah Pecenongan.

Tentang Wisata Kuliner di Pecenongan

Di daerah Pecenongan sendiri memang terkenal dengan surga kulinernya dan selain restoran, ada banyak warung dan tenda serta jajanan pinggir jalan yang dibuka mulai dari jam 5 sore sampai malam hari. Meski di pinggir jalan, tapi harganya “lumayan” mahal apalagi kalau kita memilih makan di restoran. Makin malam, daerah ini semakin ramai oleh para wisatawan dan orang lokal macam saya dan keluarga.

Jadi saat kami memutuskan makan dan masuk ke Martabakku Menteng, tempatnya juga nyaman terang benderang dan cozy. Anak-anak juga sepertinya sangat senang saya ajak ke sana karena mereka doyan makanan manis meski tentu saya batasi dan tidak boleh setiap hari. Bahkan Kesya, anak saya yang paling besar selalu saya bawakan bekal tiap kali dia pergi ke sekolah karena tidak ingin melihat dia jajan sembarangan.

Suami dan anak-anak langsung saya minta cari tempat duduk duluan di lantai 2, sedangkan saya yang memilih dan beli martabak di lantai 1. Ada banyak sekali menu martabak yang ditawarkan di tempat ini, nama menunya juga disingkat-singkat seperti martis (martabak manis tipis kering), martel (martabak telor), marteb (martabak manis tebal basah), terus juga ada menu bestseller baru yaitu martabak pandan velvet jadi langsung saja pesan ini untuk saya dan suami sedangkan anak-anak mintanya dibelikan marteb. Sementara 2 porsi martabak dulu dan kalau kurang nanti tinggal pesan yang lainnya.

Setelah membayar kira-kira 200 ribuan untuk 4 orang dan menunggu pesanan jadi, akhirnya martabak yang ditunggu-tunggu datang juga. Kami sengaja pilih yang menu large daripada yang regular, karena perut sekeluarga sudah keroncongan dari tadi. Untuk harganya sendiri memang sudah sepadan dengan rasanya dan porsinya juga lumayan besar, pokoknya puas kalau Anda mau sekali-kali menghabiskan waktu untuk wisata kuliner martabak dari Bandung di tempat ini. Yang terpenting anak-anak juga suka, meski menu yang mereka pesan adalah menu biasa.

Setelah puas makan, suami bilang ingin beli lagi untuk dibawa pulang, jadinya saya pesan 2 menu baru yaitu martabak KitKat Greentea plus Cheese dan martabak Espresso untuk pecinta kopi. Sebetulnya masih banyak sekali menu-menu yang kepingin saya coba, seperti menu martabak tape twist dan menu martabak naughty nastar. Tapi karena takut nanti tidak bisa habis, akhirnya saya urung niat dan besok bisa beli kapan-kapan.

Lalu kami juga bawakan martabak telor yaitu martabak rendang buat mbak-mbaknya yang nungguin di rumah, sekalian hitung-hitung beramal. Kalau martabak rendang sendiri sudah jelas pasti doyan dan harganya juga worth it dengan rasanya. Setelah semua pesanan datang, akhirnya kami masih mutar-mutar sebentar sebelum akhirnya sampai di rumah. Kesya dan Azka di tengah jalan sudah mengantuk karena capek seharian tadi diajak pergi dan akhirnya saya dan suami memutuskan untuk menidurkan mereka terlebih dulu.

Ohya, sekalian saya list daftar menu-menu enak yang pernah saya coba juga ada di Martabakku Menteng:

Martabak telor:

  • Martabak Cheese Pepperoni: Pakai topping keju dan pepperoni, kulitnya enak dan garing dan ditambah side dish seperti saus sambal. Sudah seperti pizza pokoknya.
  • Martabak gulai dan martabak rendang: di atasnya ditabur topping bumbu rendang dan gulai. Mantap rasanya.

Martabak manis:

  • Martabak nastar: Rasanya sedikit aneh karena martabak dikombinasikan dengan rasa nastar atau nanas.
  • Martabak KitKat Green Tea dan Cheese: Rasanya manis dan rasa teh hijaunya amat kuat.
  • Martabak Cinnamon Crumble: Rasanya lumayan enak dan manis juga.

Yang jadi favorit kami adalah martabak pandan dan martabak tape karena pas di lidah dan unik rasanya. Yang pandan juga cocok rasanya di lidah anak-anak. Overall, kami puas pernah makan di sana meski harganya juga selangit.

Mencoba Produk Pelangsing Tiens Untuk Nurunin Berat Badan

Karena saya sudah memiliki 2 anak, otomatis badan saya jadi “agak” bongsor dibandingkan waktu saya belum punya anak. Hal ini tentu mengganggu saya karena saya juga ingin menyenangkan suami dengan penampilan yang tetap menarik meski sudah jadi ibu rumah tangga. Setelah saya cari-cari kesana kemari dan sekalian tanya teman yang tinggal juga di Jakarta, saya iseng-iseng mencoba produk kesehatan untuk menurunkan berat badan agar tubuh singset yaitu produk pelangsing Tiens.

Dengar-dengar produk pelangsing Tiens ini juga lumayan terkenal karena berupa suplemen yang bisa dipakai untuk membantu membakar lemak. Kenapa membantu? Karena kita juga masih harus mengatur pola makan kita ditambah dengan berolahraga teratur lalu konsumsi suplemen pelangsing ini agar bisa mendapatkan tubuh langsing ideal seperti yang diidamkan suami.

Jadi, meski saya itu orang yang malas berolahraga, tapi demi suami akhirnya saya pergi ke tempat fitness kira-kira 3 sampai 4 kali dalam waktu seminggu, kadang pagi tetapi kadang juga sore hari setelah semua urusan di rumah beres.

Review produk pelangsing badan Tiens

Produk pelangsing badan Tiens ini memang sudah lumayan lama berseliweran, jadi saya rasa aman-aman saja untuk mencobanya selama beberapa minggu dan sekalian memantau hasilnya. Selain itu, produk ini juga katanya terbuat dari bahan-bahan herbal dan dari beberapa review yang saya sebelumnya baca, untuk mereka yang gemuk dan berperut buncit, obat ini efektif.

Waktu itu karena masih baru, saya beli paket 2 bulan yang terdiri dari 2 botol Chitosan Capsules dan 2 kotak Jiang Zhi Tea. Fungsi kapsulnya sebagai sumber serat alami untuk mengikat toksin dan lemak sedangkan tehnya sendiri untuk menurunkan lemak jahat yang mengendap di dalam tubuh kita.

Untuk membeli produk tersebut, saya beli secara delivery online biar tidak ribet dan harganya sendiri lumayan mahal, 1 kotak kapsul Chitosan itu dihargai Rp 407.000 terdiri dari 100 kapsul, karena saya beli 2 jadinya habis 800 ribuan sedangkan untuk tehnya lebih murah cuma Rp 115.000 jadi habisnya sekitar 300 ribuan saja. Memang butuh lumayan banyak soalnya kapsulnya sendiri harus diminum setiap hari 3×2 kapsul sehabis makan dan untuk tehnya 2 kali sehari masing-masing sebungkus.

Jujur saja, untuk mengonsumsi produk ini memang agak repot karena harus makan kapsulnya sampai 3 kali dan itupun 2 kapsul, belum lagi ditambah harus minum teh dulu. Jaman dahulu waktu saya masih single, saya juga pernah coba produk pelangsing tapi lebih gampang karena cukup minum kapsul saja 2 kali sehari pada pagi dan sore/malam hari sebelum makan. Tapi setelah saya pikir-pikir mungkin memang cara kerjanya seperti itu untuk mendapatkan hasil maksimal yang efektif.

Dari yang saya baca, ini dia manfaat dari produk pelangsing badan Tiens:

  1. Membuang lemak berlebih di area-area tubuh seperti pinggang, perut, dan lengan.
  2. Mengencangkan dan melangsingkan badan.
  3. Menjaga bentuk badan tetap ideal.
  4. Sebagai detoks, mengeluarkan racun dalam tubuh.
  5. Membersihkan usus dan meningkatkan kinerjanya, dsb.

Saya coba produk ini kira-kira sebulan sampai produk yang saya beli habis. Minggu pertama, sudah lumayan kelihatan hasilnya karena berat badan saya turun 1,5 kg an dan perutnya juga mulai kempes. Lalu setelah saya coba sampai minggu terakhir, berat badan saya total turun menjadi 5-6 kg dalam waktu sebulan.

Memang bagus ini produk meski agak repot minumnya, tapi saya juga tetap olahraga dan menjaga makanan agar hasilnya lebih maksimal. Sekarang tubuh saya lebih langsing dari sebelumnya dan untungnya produk pelangsing badan Tiens ini tidak seperti obat urus-urus yang malah bikin perut mules melulu sampai diare, lalu obat ini juga tak ketergantungan waktu saya tidak konsumsi.

Dulu saya kalau pakai rok atau celana pasti suka ngepas banget, sampai-sampai saya jadi malas kalau pergi kemana-mana karena pilihan pakaian nyaman yang dipakai terbatas. Tapi karena sekarang sudah lebih singset, saya jadi tidak khawatir lagi sekarang untuk mencoba berbagai macam pakaian terus suami saya juga bilang saya makin kurus dan berat badan nampak turun. Alhasil makin mesra sama suami, hehehe.

Itulah pengalaman saya memakai produk Tiens, di lain kesempatan saya akan beri lagi beberapa review produk kesehatan yang pernah saya pakai.

Berkunjung Ke Lokasi Penambangan yang Jadi Taman Wisata Yogyakarta

Jadi ceritanya saya yang dari Jakarta ini ingin menengok saudara yang sedang memiliki bayi dan kebetulan tinggal di Yogyakarta. Lagipula sebelumnya saya dan suami sudah berencana untuk liburan ke luar kota di akhir tahun ini, tapi memilih destinasi wisata yang tidak terlalu jauh agar tidak repot ke sananya dan rupanya beberapa hari lalu malah mendapatkan kabar kalau ada saudara di kota gudheg itu habis melahirkan. Jadi sepakat kami sekeluarga akan menghabiskan waktu liburan di sana, hitung-hitung pergi melepas penat sama sekalian menyenangkan dua anak kami yang masih kecil-kecil Kesya (6 tahun) dan Azka (4 tahun).

Jadi hari Kamis kami siap pergi dengan mobil sekeluarga dari Jakarta ke Yogyakarta, karena lagi masa liburan tentu tidak mengejutkan perjalanannya lumayan lama sebab macet dari banyak orang-orang Jakarta yang selain kami pergi ke luar kota. Untungnya, awal saya pikir anak-anak bakal rewel sepanjang perjalanan, tapi ternyata mereka tenang-tenang saja dan hanya menangis sebentar kalau tidak dibelikan mainan selama perjalanan.

Nah, sebelum kita pergi ke Yogyakarta, saya bilang sama suami kalau ingin pergi ke Taman Tebing Breksi yang lagi ngetop-ngetopnya di sana sekalian memuaskan rasa penasaran tempatnya seperti apa. Sesampainya di Yogyakarta, kami pun langsung menginap di tempat saudara dan beberapa hari wisata kulineran ditemani mereka. Akhirnya Minggu pagi saya sekeluarga pergi ke Tebing Breksi yang ada di daerah Kabupaten Sleman, Prambanan, ke sana kurang lebih setengah sampai satu jaman, untung jaraknya tidak terlalu jauh dan masih bisa ditempuh dengan mobil meski jalannya agak menanjak dan berliku-liku.

Keindahan Tebing Breksi yang Tiada Duanya

Sesampainya di sana, kami kaget karena tidak ada tiket masuk, cuma dipungut biaya parkir seikhlasnya dan saya beri 20 ribu karena hitung-hitung beramal. Sampai di tempat parkiran mobil yang lumayan luas, anak-anak langsung rewel karena ingin segera turun dan menikmati panorama Tebing Breksi.

Sekilas tentang tempat ini, tebing Breksi itu rupanya dahulu dipakai sebagai lokasi penambangan oleh warga sekitar namun akhirnya ada pelarangan untuk menambang di tempat itu oleh pihak berwenang jadinya sekarang dipakai sebagai spot wisata alam baru di Yogyakarta. Lokasinya sendiri dekat dengan candi Ijo, jadi kita-kita bisa berkunjung ke Candi Ijo lalu langsung ke tebing Breksi dan sebaliknya.

Pemandangannya sungguh indah karena tempatnya yang luas meski banyak hamparan batu-batu besar di sana dan malah justru itu yang jadi poin menariknya. Selain itu, orang-orang yang berjualan tidak boleh menyebar di sana tetapi ditempatkan di pinggiran di satu sisi sehingga lebih rapi tertata. Semenjak jadi daerah wisata baru di Yogyakarta, tebing ini lebih digarap serius oleh pengelola setempat karena sekarang di bebatuannya terdapat ukir-ukiran wayang besar yang amat bagus dan cocok dijadikan tempat selfie. Saya dan suami langsung saja berfoto bersama anak-anak.

Ada tangga-tangga tinggi yang dinaiki untuk sampai ke puncaknya. Di tengah-tengah tangga ini ada warga sekitar yang menawarkan untuk berfoto bersama dengan burung hantu dan lagi-lagi bayar seikhlasnya. Sebetulnya saya sedikit takut berfoto dengan burung hantu besar-besar tersebut, tetapi karena anak-anak kepingin banget jadinya saya sekalian ikut berfoto. Mas-masnya yang nawarin burung hantu juga ramah-ramah jadi it’s okay lah…

Pas sampai di puncaknya kami sungguh dikejutkan dengan pemandangan luar biasa seluruh kota Yogyakarta. Seperti berada di atas awan karena ada sedikit kabut-kabut yang terlihat. Tempatnya sungguh segar dengan pemandangan taman berumput yang luas dan juga ada beberapa batu-batu yang bisa dijadikan tempat duduk serta kursi dari bambu. Di sana yang asyik ada beberapa saung seperti yang kita sering lihat di tengah sawah, bisa dipakai untuk tempat duduk-duduk sambil menikmati pemandangan alam kota Yogyakarta dari ketinggian. Kita bisa melihat candi Prambanan dari kejauhan, juga candi Ijo.

Banyak muda-mudi dan pasangan maupun keluarga yang datang ke tempat ini, memang tidak perlu wahana apapun untuk menarik para wisatawan berkunjung ke sana. Di tempat itu juga terdapat tulisan-tulisan lucu dan unik yang dapat dibaca. Banyak pasangan yang berfoto selfie dan tentunya saya serta suami juga memanfaatkannya sambil terus mengawasi Kesya dan Azka yang lari kesana kemari.

Pokoknya tempat ini murah meriah dan cocok dipakai sebagai tempat untuk selfie atau foto-foto. Bahkan saat pertama kali melihat dari jauh saya langsung nyeletuk ke suami yang lagi nyetir, “Pah, tempatnya bagus buat dijadikan foto prewedding, ya?” dan suami malah menggoda tanya apa saya mau menikah lagi, hehehe…

Setelah sejaman lebih di sana dan puas berselfie maupun jajan panganan sedikit, akhirnya kami sekeluarga pulang karena anak-anak juga sudah pada capek dan ingin istirahat. Demikian pengalaman saya berwisata sekeluarga ke tebing Breksi yang luar biasa indah.

Save

Save

Save